PERANAN “FAST FOOD” BAGI KESEHATAN TUBUH

Pada kehidupan yang semakin modern menuntut manusia untuk menjalani hidup serba praktis, sehingga dalam kehidupan sehari hari masyarakat sering menerapkan pola makan yang tidak sehat, hal tersebut dilihat dari seringnya masyarakat mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food. Di Indonesia makanan fast food telah dianggap sebagai makanan yang high class, selain harganya yang relatif mahal, juga tempat dan penyajian nya yang eksklusif, seperti fried chicken, hamburger, pizza, hot dog, mie dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat terutama kaum muda merasa bangga bisa membeli makanan “fast food”. Dalam hal ini dapat di nyatakan bahwa fungsi fast food sebagai makanan cepat saji berubah menjadi fast food sebagai makanan dengan nilai gaya hidup tinggi. Fast food merupakan makanan cepat dan praktis dalam penyajiannya, mudah didapat, enak, dan dapat membuat perut kenyang. Tetapi apakah terlalu banyak mengonsumsi fast food dapat berguna dan bermanfaat bagi tubuh? Padahal dengan terlalu banyak mengonsumsi fast food dapat menyebabkan obesitas.

 

PERBEDAAN FAST FOOD dengan JUNK FOOD

                  

·        FAST FOOD

 

Fast food sering dijadikan kambing hitam penyebab penyakit jamtung, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah, dan sebagainya. Perlu diingat bahwa fast food adalah juga makanan bergizi tinggi. Yang menyebabkan fast food di anggap negatif adalah karena ketidakseimbangannya.Macam-macam makanan yang termasuk menu fast food yaitu seperti fried chicken, hamburger, pizza, hot dog, mie instant dan lain-lain. Fast food merupakan makanan yang dapat diterima setiap orang, disamping penyajiannya cepat dan praktis, harga dan tempatnya juga terjangkau. Sehingga orang-orang yang sibuk dapat membeli dan menikmati fast food dengan mudah. Selain itu kebanyakan mahasiswa yang tinggal dikos-kosan mengonsumsi mie instant, mereka lebih suka mengonsumsi mie tersebut daripada harus membeli makanan di luar kos karena dapat menghemat pengeluaran dan lebih praktis.

 

·        JUNK FOOD

 

Termasuk ke dalam junk food adalah berbagai jenis keripik atau chips yang umumnya di sukai oleh anak anak. Chips terbuat dari umbi umbian (kentang) atau serealia (jagung) di goreng dengan minyak dan ditambah dengan garam dan penyedap. Junk food yang kaya kalori dan rendah gizi ini biasa dimakan sebagai snack. Karena kandungan kalori yang tinggi, maka sering anak anak yang baru makan chips menjadi enggan makan karena merasa masih kenyang. Dalam hal ini perlu disadari bahwa berapa bungkuspun chips yang dimakan tidak bisa menggantikan makanan lengkap yang tersaji di meja makan keluarga.

                  

BAHAN MAKANAN PENYUSUN FAST FOOD

 

Bahan makanan dari fast food merupakan bahan makanan yang sering kita konsumsi sehari-hari. Sumber karbohidrat utamanya adalah nasi, kentang dan terigu. Sedangkan sumber protein didominasi oleh daging (ayam dan sapi), ikan, telur dan susu. Beras dan terigu memiliki kandungan karbohidrat, protein dan kalori yang setara. Sedangkan kentang sebagai pangan umbi-umbian memiliki kadar gizi yang lebih rendah dibandingkan beras dan terigu, selain itu kentang memiliki kalori sangat rendah sehingga cocok bagi orang-orang yang ingin berdiet.

Pangan hewani yang menjadi andalan dari produk fast food adalah telur, daging, ikan dan susu. Pangan hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap, kaya vitamin B12 dan vitamin A, mengandung zat besi heme yang mudah diserap dan mempunyai nilai cerna protein yang tinggi. Dari berbagai pangan asal ternak telur merupakan yang paling murah. Kandungan protein telur adalah 12 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan susu yang hanya 3 persen. Gizi telur yang berada pada kuning telur, tinggi akan kadar protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan kolesterol.

 Daging ayam pada restoran fast food berasal dari ayam broiler, daging unggas tersebut sering disebut white meat. Daging tersebut dianggap lebih sehat karena kandungan lemak jenuhnya lebih rendah. Sementara itu, daging sapi yang menjadi bagian dari menu burger dimasukkan dalam kelompok red meat. Daging mengandung 18-20 persen, daging memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain itu daging dikenal sebagai sumber zat besi heme yang mudah diserap oleh tubuh.

Ikan di restoran fast food merupakan salah satu dari menu burger (fish fillet). Protein ikan memiliki komposisi dan kadar asam amino esensial yang cukup, mutu protein ikan setingkat dengan mutu protein daging, sedikit dibawah protein telur dan diatas protein serealia dan kacang-kacangan.

 Di restoran fast food produk olahan susu yang populer adalah es krim dan keju. Es krim mengandung protein setara dengan susu, tetapi kalorinya lebih tinggi. Sedangkan chese burger yang terbuat dari terigu dan keju, mengandung cukup kalori, protein, vitamin dan mineral. Kandungan gizi keju lebih tinggi daripada susu, karena keju berupa padatan dan tidak mengandung air.

 

KEUNTUGAN DAN KERUGIAN FAST FOOD

 

Fast food memang menjadi pilihan makanan bagi masyarakat modern. Kelebihan-kelebihan fast food diantaranya yaitu fast food merupakan makanan yang dapat diterima lidah setiap orang, cepat penyajiannya, praktis, lebih higienis, mudah didapatkan serta harga dan tempatnya juga terjangkau. Selain itu fast food (makanan cepat saji) tidak sama dengan junk food (makanan sampah yang hanya padat kalori), bahan penyusun pada fast food termasuk golongan pangan bergizi, tergantung dari setiap orang yang mengonsumsi agar tidak terlalu berlebihan.

Selain keuntungan / kelebihan fast food, tentu ada kerugiannya terutama ditinjau dari segi kesehatan. Fast food diklaim lebih banyak mengandung kolesterol, karbohidrat, lemak dan garam. Begitu juga dengan mie instant yang mengandung karbohidrat tinggi serta terdapat zat pengawet yang dapat beresiko ginjal dan jantung. Fast food merupakan makanan yang tersusun dari bahan-bahan yang tergolong bergizi, tetapi cara pengolahannya dan penambahan bahan yang berlebihan dapat menjadikan fast food sangat padat kalori dan berlimpah kolesterol atau lemah hingga tiga kali lipat, selain itu fast food banyak mengandung natrium dari garam dapur, retsin, soda atau pengawet dan sedikit sekali mengandung serat. Orang-orang yang terlalu banyak dan sering mengonsumsi fast food dapat menyebabkan obsesitas (kegemukan), yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, radang sendi dan stroke.

 

 

About these ads

1 Komentar »

  1. Mr WordPress Said:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: